You & Me

You & Me

Senin, 27 Juli 2015

Budaya Konsumerisme yang Terjadi Di Masyarakat Akibat Perubahan Sosial (Tugas Mata Kuliah Pengantar Ilmu Sosial)


BAB I
PENDAHULUAN
Setiap manusia dalam hidupnya pasti mengalami perubahan-perubahan dan perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat memang telah terjadi sejak zaman dahulu. Seiring berjalannya perubahan waktu, sekarang ini perubahan yang terjadi dalam masyarakat berjalan sangat cepat sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya. Untuk mempelajari perubahan pada masyarakat, perlu diketahui sebab-sebab yang melatari terjadinya perubahan itu. Apabila diteliti lebih mendalam sebab terjadinya suatu perubahan masyarakat, mungkin karena adanya proses prubahan masyarakat beserta dengan kebudayaannya dari hal-hal yang bersifat tradisional ke modern yang sering disebut dengan istilah modernisasi.Serta akibat dari Globalisasi yaitu penyeragaman budaya bagi seluruh masyarakat dunia.
proses globaliasi muncul sebagai akibat adanya arus informasi dan komunikasi yang sering online setiap saat dan dapat di jangkau dengan biaya yang relative murah. sebagai akibatnya adalah masyarakat dunia menjadi satu lingkungan yang seolah-olah saling berdekatan dan menjadi satu sistem pergaulan dan satu sistem budaya yang sama. Karena ketidaksiapan manusia-manusia tersebut dalam menghadapi perubahan sosial yang terjadi di lingkungan sekitarnya menimbulkan adanya problema sosial.
Perubahan sosial merupakan suatu gejala yang akan selalu ada dalam masyarakat, karena masyarakat selalu berubah dalam aspek terkecil sekalipun. Perubahan sosial maupun perubahan budaya sebenarnya dua konsep yang berbeda tetapi saling berkaitan satu sama lain, di mana perubahan sosial mengacu pada perubahan struktur sosial dan hubungan sosial di masyarakat sedangkan perubahan budaya mengacu pada perubahan segi budaya di masyarakat. Tetapi perubahan pada hubungan sosial akan menimbulkan pula perubahan pada aspek nilai dan norma yang merupakan bagian dari perubahan budaya.

BAB II
PERMASALAHAN
Modernisasi dan globalisasi sebagai suatu perkembangan baru memunculkan pengaruh-pengaruh yang menguntungkan maupun merugikan.Pengaruh merugikan inilah yang selanjutnya menimbulkan problema sosial di masyarakat.
Dalam makalah ini kami akan fokuskan pada satu problema atau permasalahan yang terjadi di masyarakat, yaitu Budaya Konsumerisme. Disini akan dibahas apa sajakah faktor pendorong terjadinya perubahan sosial, faktor pembentuk konsumerisme, serta apakah dampaknya bagi masyarakat kita saat ini, baik dampak positif maupun dampak negatifnya.

BAB III
KONSEP, GENERALISASI, DAN TEORI
A.       KONSEP
1)      Perubahan Sosial
Kondisi teknologis yang mengakibatkan perubahan pada beberapa aspek kehidupan sosial, misalnya perubahan pola berpikir masyarakat yang sangat di pengaruhi kemajuan iptek. (William F. Ogburn)
2)      Konsumerisme
paham atau ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan.
3)      Modernisasi
Bentuk transformasi dari keadaan yang kurang maju atau kurang berkembang ke arah yang lebih baik dengan harapan akan tercapai kehidupan masyarakat yang lebih maju, berkembang, dan makmur.
4)      Globalisasi
Keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
5)      Problema Sosial
suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial.
6)      Nilai dan Norma
- Nilai merupakan sikap dan perasaan-perasaan yang diperlihatkan oleh orang-perorangan, grup ataupun masyarakat mengenai baik buruk, benar salah, suka atau tidak suka, dan lain sebagainya.
- Norma yaitu lebih merupakan aturan dengan sanksi yang dimaksudkan untuk mendorong bahkan menekan orang-perorangan, grup, atau masyarakat dalam mencapai nilai sosial.
7)      Perubahan Budaya
Perubahan yang terjadi dalam sistem ide yang dimiliki bersama oleh sejumlah warga masyarakat yang bersangkutan, yang antara lain mencakup nilai, norma, rasa keindahan, ataupun kesenian dan bahasa.
8)      Open Stratification (Stratifikasi Terbuka)
sistem stratifikasi yang memberikan kesempatan kepada seseorang untuk berusaha dengan kemampuannya sendiri masuk ke kelas tertentu.
9)      Westernisasi
Perbuatan seseorang yang mulai kehilangan jiwa nasionalismenya, yang meniru atau melakukan aktivitas bersifat kebarat-baratan (budaya bangsa lain).
10)   Hedonisme
Suatu pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi merupakan tujuan utama hidup.
11)   Sekularisme
Paham atau pandangan yang berpendirian bahwa moralitas tidak perlu di ajarkan pada ajaran agama. Adapun dalam istilah politik, sekularisme merupakan pergerakan menuju pemisahan antara agama dan pemerintahan.

B.     GENERALISASI
1)      Perubahan Sosial
Pada dasarnya setiap masyarakat dalam hidupnya dapat dipastikan akan mengalami perubahan-perubahan. Adanya perubahan-perubahan tersebut akan dapat diketahui bila kita melakukan suatu perbanding­an dengan menelaah suatu masyarakat pada masa tertentu yang kemudian kita bandingkan dengan keadaan masyarakat pada waktu yang lampau.
2)      Konsumerisme
menjadikan manusia menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan. Sifat konsumtif yang ditimbulkan akan menjadikan penyakit jiwa yang tanpa sadar menjangkit manusia dalam kehidupannya.

3)      Modernisasi
Gejala-gejala modernisasi dapat ditinjau dari berbagai bidang modernisasi kehidupan, antara lain :  Bidang budaya, politik, ekonomi, dan sosial.
4)      Globalisasi
Pendukung globalisasi (sering juga disebut dengan pro-globalisasi) menganggap bahwa globalisasi dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi masyarakat dunia.
5)      Problema Sosial
Problema sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada.
6)      Nilai dan Norma
-Nilai berfungsi menjadi pedoman perilaku warga masyarakat
-Norma berfungsi untuk mengatur dan membatasi perilaku warga masyarakat
7)      Perubahan Kebudayaan
Perubahan kebudayaan terjadi apabila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu dengan lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
8)      Open Stratification (Stratifikasi Terbuka)
Setiap anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertikal maupun horisontal.
9)      Westernisasi
Westernisasi sekarang ini sangat terlihat dan mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia tanpa kita sadari,dilihat dari gaya hidup yang bermewah-mewahan,gaya rambut kepirang-pirangan dan sifat konsumerisme dan glamorisme yang mulai timbul pada tiap diri masyarakat.
10)  Hedonisme
Bagi para penganut paham ini, bersenang-senang, dan pesta-pora merupakan tujuan utama hidup, tidak perduli menyenangkan bagi orang lain atau tidak. Karena mereka beranggapan bahwa hidup ini hanya sekali, sehingga mereka merasa ingin menikmati hidup senikmat-nikmatnya, di dalam lingkungan penganut paham ini, hidup dijalani dengan sebebas-bebasnya.
11)   Sekularisme
Sebuah pergerakan yang bertujuan untuk membentuk perilaku manusia yang tidak mempedulikan Tuhan dan Akhirat.

C.    TEORI
Untuk menganalisis Perubahan Sosial, teori yang dapat dipakai:
Teori Siklis (Cyclical Theory)

Teori ini mencoba melihat bahwa suatu perubahan sosial itu tidak dapat dikendalikan sepenuhnya oleh siapapun dan oleh apapun. Karena dalam setiap masyarakat terdapat perputaran atau siklus yang harus diikutinya. Menurut teori ini kebangkitan dan kemunduran suatu kebudayaan atau kehidupan social merupakan hal yang wajar dan tidak dapat dihindari
Untuk menganalisis konsumerisme, beberapa teori dapat dipakai:
1.    Teori Produksi Karl Max
Teori ini mengetengahkan pertentangan antara kaum buruh dan kaum pengusaha. Di dalamnya didapati konsep mengenai ideologi, fetisisme komoditas dan reifikasi. Hal ini mengarahkan pada pencarian sosok yang paling bertanggungjawab dalam pembuatan pencitraan dan fenomena konsumerisme sekaligus komoditas yang ditunjukkan dan pola pengasingan masyarakat yang terjadi.

2. Teori Pasca Strukturalisme
Telaah strukturalisme menunjukkan perilaku konsumsi dijalankan oleh pemaknaan yang terjadi. Dari perspektif struktural, yang dikonsumsi adalah tanda (pesan, citra) dan bukan sekedar komoditas. Dari situ dapat didefinisikan hubungan semuanya dengan seluruh komoditas dan tanda. Dengan strukturalisme bahkan dapat juga dijangkau logika bawah sadar berupa kode dan tanda.

BAB IV
PEMBAHASAN
A.    FAKTOR PENDORONG PERUBAHAN SOSIAL
Faktor pendorong merupakan alasan yang mendukung terjadinya perubahan. Menurut Soerjono Soekanto ada sembilan faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial, yaitu:
1.Terjadinya kontak atau sentuhan dengan kebudayaan lain,
2. Sistem pendidikan formal yang maju,
3. Sikap menghargai hasil karya orang dan keinginan untuk maju,
4. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang.
5. Sistem terbuka dalam lapisan-lapisan masyarakat (Open Stratification)
6. Penduduk yang heterogen.
7. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang tertentu
8. Orientasi ke masa depan
9. Nilai bahwa manusia harus selalu berusaha untuk perbaikan hidup.
Dampak negatif perubahan sosial terhadap kehidupan masyarakat antara lain : konsumerisme, westernisasi, hedonisme, dan Sekularisme
B.     KONSUMERISME
Ciri-ciri orang yang berperilaku konsumerisme antara lain: boros, lebih mengutamakan keinginan daripada kebutuhan, dan mengedepankan gengsi atau harga diri daripada manfaatnya.
Adapun faktor-faktor yang mendorong terjadinya konsumerisme antara lain sebagai berikut:
1.      Globalisasi
2.      Kemajuan IPTEK
3.      Media elektronik dan media massa
4.      Masuknya budaya asing

C.     DAMPAK KONSUMERISME
Ø  Dampak Positif
1.    Konsumerisme dapat meningkatkan dinamika dalam masyarakat. Dinamika dalam masyarakat dibutuhkan dalam upaya menuju perkembangan masyarakat. Memang tidak selamanya dinamika mengarah kepada hal yang positif (perkembangan), tetapi masyarakat yang dinamis menyimpan potensi semangat untuk melakukan perubahan.
2. Konsumerisme didukung dengan berbagai kemudahan yang ditunjukkan. Salah satunya adalah barang-barang yang serba unik, baru dan melimpah. Dalam level praktis, konsumerisme selalu didukung dengan kemudahan pasar. Inilah yang mengakibatkan banyak kalangan melakukannya, bahkan, meskipun tidak menyadarinya.
Ø  Dampak Negatif:
1. Konsumerisme menuntun masyarakat pada alienasi atau proses pengasingan dari diri dan keinginannya (bahkan rasionalitasnya). Masyarakat dijadikan proyek produksi yang diiming-imingi sesuatu dan diarahkan pada sesuatu. Masyarakat dibentuk dan dapat kehilangan kesadarannya
2. Konsumerisme dapat melanggengkan ketidakadilan. Proses produksi dapat dengan mudah menindas kaum yang kecil dan keadilan tidak seimbang. Meskipun budaya massa dapat berarti menyeragaman, tetapi dilihat dari keseimbangan pendapatan dan kekayaan maka akan nampak semakin tidak seimbang. Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin dan terbodohi
3.    Konsumerisme meningkatkan konsumsi dan membahayakan keseimbangan alam. Dengan pola produksi dan konsumsi yang berlebihan, beban bumi dalam menyeimbangkan alam menjadi semakin berat.
4.    Konsumerisme dapat meningkatkan kriminalitas.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN :
1) Gejala perubahan sosial dalam hal ini adalah Globalisasi budaya masyarakat Indonesia cenderung kearah negative.Ini dapat dilihat dari timbulnya berbagai macam problema sosial yang akhir-akhir ini sudah terjadi di lingkungan kita ,termasuk salah satunya adalah konsumerisme.
2) Perkembangan budaya konsumerisme menguntungkan para pemilik modal dan memanfaatkan masyarakat yang menjadi objek. Peran kita sebagai generasi muda seharusnya mempunyai pikiran kritis untuk menyadari adanya hal ini dan menentang budaya tersebut karena hanya merugikan bagi kita, serta jangan sampai kita menjadi orang (agen) yang mendukung dan mengembangkan hal tersebut. Budaya konsumerisme telah menjadikan mahasiswa lupa dengan posisi mereka sebagai intelektual dan menjadikan mereka agen yang terjebak dalam posisi tersebut. ”Budaya merupakan bentukan manusia dan dapat di ubah oleh manusia, kesadaran kritis dan proses transformasi sosial dapat dilakukan untuk merubah keadaan menjadi lebih baik.”
SARAN
Masyarakat harus bersikap positif dalam menunjukkan bentuk perubahan sosial, diantaranya adalah sebagai berikut :
1) Penerimaan secara terbuka (open minded),
2) Mengembangkan sikap antisipatif dan selektif,
3) Adaptif,
4) Tidak meninggalkan unsur-unsur budaya asli.


DAFTAR PUSTAKA
Di Akses tanggal 22/11/2013, Pukul 08:37
Di Akses tanggal 24/11/2013, Pukul 10.48
Di Akses tanggal 25/11/2013, Pukul 09:12
Di Akses tanggal 25/11/2013, Pukul 09:31
Wikipedia
Di Akses tanggal 25/11/2013, Pukul 10:24